Dibui Karena Celana Dalam Wanita

Seorang buruh tani dituduh mencuri celana dalam alias CD perempuan seharga Rp 3.500. Lho?

Itulah yang kini mendera Endin Rohendi (33), buruh tani di Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Duda dua anak ini dituntut keluarga Nani Suryani, warga Desa Tomo, Sumedang, karena kepergok mencuri CD milik Nani. Demikian Kompas (27/12) mengisahkan.

Peristiwa itu berawal pada 2 Oktober 2009 sekitar pukul 15.30. Endin yang bekerja sebagai buruh tani di Desa Tomo hendak pulang ke rumah. Saat menunggu angkutan umum, telepon selulernya terjatuh dan layarnya berlepotan lumpur.

Endin berniat membersihkan ponsel dari lumpur dengan mencari-cari kain lap yang halus. Tanpa pikir panjang, ia mencari kain halus di antara jemuran pakaian yang berada tak jauh dari tempatnya menunggu angkot. ”Tapi, saya enggak menemukannya. Yang ada cuma celana dalam warna merah muda yang kainnya agak halus,” ujar Endin.

Aksi sambar CD itu rupanya ketahuan yang empunya barang, yaitu Nani. Teriakan maling pun terdengar. Warga sekitar bangkit dan memburu Endin. ”Celana dalam langsung dimasukkan ke dalam saku belakang celana Endin dan terdakwa tertangkap warga saat berusaha lari,” kata Hakim Rindam yang mengadili perkara itu.

Guna-guna

Atas peristiwa ini, keluarga Nani menolak berdamai. Mereka bersikeras mengajukan tuntutan ke pengadilan. ”Warga menolak mencabut tuntutan karena khawatir Endin berniat buruk melakukan guna-guna dengan celana dalam itu,” kata Ketua Pengadilan Negeri Sumedang Sutiyono.

Selama proses pemeriksaan, Endin meringkuk di tahanan kepolisian dan kejaksaan sejak 2 Oktober 2009. Permintaan penangguhan penahanan atas diri Endin yang diajukan keluarganya dikabulkan PN Sumedang pada 14 Desember 2009.

”Hakim memiliki banyak pertimbangan dalam kasus ini, terlebih soal rasa kemanusiaan. Apalagi Endin adalah orangtua tunggal bagi anak-anaknya,” katanya.

Dalam kasus ini, Endin dijerat dengan Pasal 362 KUHP. Ancaman tertinggi atas pencurian CD itu penjara lima tahun. ”Namun, sangat kecil kemungkinan hukuman maksimal akan dijatuhkan kepada Endin, terutama dengan melihat aspek kemanusiaan,” ujar Sutiyono. (REK/Kompas)

Explore posts in the same categories: Hukum

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: